Ada yang tahu tentang cerita 1000 burung kertas?
Itu lho cerita tentang Joe dan Anna, dimana sang cowok suka sekali membuatkan burung-burung kertas, dan 1000 burung kertas itu menandakan ketulusan cintanya.
saya pernah membuatnya, lebih tepatnya membuat 1000 bintang, karena saya tidak pernah berhasil mengingat bagaimana caranya membuat burung :D
Dulu, dulu sekitar 3 tahun yang lalu, saya membuat 1000 bintang. alasannya?
alasan anak baru gede yang sedang cinta-cintanya dan baru saja putus dengan pacarnya dan ingin dia kembali. Lucu ya?
sekarang kalau diingat memang menggelikan, tidak menyangka saya bisa dengan bodohnya melakukan itu, tapi jangan tanya perasaan saya dulu ketika membuatnya.
karena perasaan saya dulu adalah perasaan yang ada pada titik amat-sangat-sangat berharap. benar-benar berharap dia kembali dan kami tidak jadi putus.
Tapi itu dulu, ketika abege ini masih cinta-cintanya dengan lelaki itu. sebelum kemudian mata saya terbuka dan menjadi sebenci-bencinya dengan lelaki itu.
sebelum saya menjadi amat-sangat-begitu membenci dan dendam membara dengan dia.
Dan sekali lagi, itu adalah dulu, dan kejadian itu sudah berlangsung hampir 3 tahun yang lalu.
Karena sekarang. abege ini sudah tidak muda lagi, sudah beranjak lebih dewasa.
dan abege ini sekarang juga sudah menemukan bermacam-macam lelaki, dan tanpa penyesalan lagi dengan semua kejadian lalu.
dan yang penting adalah karena abege ini sudah berdamai dengan masa lalunya.
Ya, saya sudah berdamai dengan masa lalu saya, dengan kenangan saya dan dengan lelaki dalam kenangan itu. ingin menghapus dia pun saya tidak bisa. mungkin, kalau seperti tulisan di blog ini, yang lumayan sekian banyak itu juga adalah tentang dia, mungkin bisa saja saya hapus, tinggal saya klik 'delete' dan hilang sudah.
Tapi dia bukan seperti tulisan di blog ini, dan tidak ada 'delete' dalam memori otak saya.
saya sudah berdamai dengan dia, lelaki masa lalu saya itu. saya mungkin sudah melupakan perasaan saya dan menjadikannya mati rasa sejak 2 tahun yang lalu, tapi hati saya belum bisa memaafkan dengan poll. tapi sekarang tidak lho.
saya sudah tidak memblock dia, saya sudah tidak menyimpan dendam ingin membalasnya, malah saya dengan senang hati ingin dia menemukan saya supaya dia bisa menyesal telah meninggalkan saya *ehhh lhoooo...??

0 comments:
Post a Comment