December 16, 2011

16 Desember 2011


16 Desember 2011.
Dimana kita seharusnya berada?
Ahh… merayakan kebersamaan yang kedelapan, iya?

Tapi ada dimana kita sekarang?

Saya ada di deretan langkah masa depan saya, menjalani hari – hari saya tanpa ada kamu sama sekali, dan terus mencoba untuk tidak kembali melihat kamu ataupun mencari tahu kamu ada dimana dan bagaimana.

Saya ada di deretan hari saya yang sudah semakin ringan melepaskan semua keingintahuan dan rasa penasaran saya.
Saya ada di dentang waktu yang sudah terbiasa dengan semua rasa sakit yang pernah melintas, walau belum sepenuhnya kebas.

Saya yang masih terkadang kembali melihat sisi kotak kenangan kita yang sudah semakin pudar di ingatan, saya ada di malam – malam yang terkadang masih memimpikan kamu.

Saya yang masih memiliki hati untuk kamu, dan saya membiarkannya. Saya membiarkan hati saya masih menyimpan rasa itu dan membiarkannya berdiri sendiri mengobati lukanya.

Saya yang tidak bisa dengan ikhlas mendoakan kamu bahagia, tidak ada satu pikiran pun yang terlintas yang bisa dengan lantang saya ucapkan kalau saya akan mendoakan kamu bahagia.
Tapi saya ada disini dan bisa bilang, saya sudah memaafkan semuanya, dan saya sudah ikhlas memaafkan.

Saya tidak akan peduli dengan kebahagiaan kamu, saya tidak akan mendoakan kamu dan dia bisa bahagia, saya hanya ingin kamu berhenti bermain – main. Saya hanya bisa mendoakan kamu bisa berhenti bermain – main dan belajar tanggung jawab dengan semua pilihan kamu.

Dan kamu, ada dimana kamu sekarang?


0 comments: