Kamu yang mendadak berbalik, walau belum sepenuhnya, tapi setengah pikiranmu seperti kembali melihatku.
Aku pikir. Iya, aku pikir kamu begitu.
Tapi ternyata aku salah. Sekali lagi kebodohan ini terbukti, aku kembali salah menilainya.
Kenapa harus menutupi semuanya, kenapa kamu ngga bilang yang sejujurnya sama aku. Aku sudah siap sejak hari pertama kemarin kamu kembali ke masa lalumu, bahkan sebelum kamu sadar kamu kembali, aku sudah tahu ada sesuatu di pikiran kamu.
Kamu yang terus berdiam di jalan itu, melihat terus ke arah masa lalu kamu, mau sampai kapan kamu begini?
Kamu yang memalsukan tingkah kamu, tidak beranikah kamu bertemu dan melihat mata aku? Tidak beranikah kamu datang dan menceritakan semuanya dengan kejujuran kamu?
Aku membenci kebodohan ini.
Aku membenci semua air mata yang keluar sebelum tidurku dan sejenak setelah kesadaranku.
Aku membenci perasaan aku yang sama sekali tanpa arah dan tanpa penjelasan dari kamu.
Dan aku membenci sebagian harapan yang menetap di otakku dan bilang aku masih ada kesempatan untuk melihat kamu kembali dan menggenggam tangan aku lagi.
Aku bodoh. Aku tahu.
Jangan lagi kamu tambah dengan kepalsuan itu untuk memastikan ada orang bodoh yang terlalu hanyut dalam perasaannya sendiri.
Temui aku.
Ceritakan semuanya, kita selesaikan hari ini.
Jika masa lalumu masih terlalu sulit untuk kamu lepaskan dan kamu mau mengejarnya lagi, katakan dan aku pergi.
Tapi jika benar kamu melihatku sebagai masa kini dan masa depanmu, aku disini, masih menunggu sampai malam berganti.
#Repost from here
Friday, May 06th, 2011
0 comments:
Post a Comment