Aku berdiri di pinggir jendelaku, menatap langit malam yang tertutup hujan,
meringkuk di antara udara yang semakin dingin menusuk tulang.
meringkuk di antara udara yang semakin dingin menusuk tulang.
Aku menatap bayangan dalam pikiranku,
dan dimensi waktu menarikku terjun bebas ke daftar kenangan.
dan dimensi waktu menarikku terjun bebas ke daftar kenangan.
Aku berhenti disana,
di barisan kenangan yang sama yang tidak pernah tuntas pergi.
di barisan kenangan yang sama yang tidak pernah tuntas pergi.
Aku berdiri di pinggir pintu hatiku,
menatap roda kenangan yang berputar selayaknya film hitam – putih,
berjalan mundur ke hari – hari yang sudah lewat.
menatap roda kenangan yang berputar selayaknya film hitam – putih,
berjalan mundur ke hari – hari yang sudah lewat.
Aku terduduk di pinggir jurang hati, memandang gelap bayangan tentang cinta.
Jika ini yang kamu namakan cinta,
akan aku kembalikan utuh dengan semua aksesorisnya.
akan aku kembalikan utuh dengan semua aksesorisnya.
Jika ini yang kamu namakan cinta,
aku mohon jangan pernah datang sama sekali.
aku mohon jangan pernah datang sama sekali.
Jika ini yang kamu namakan cinta, pergilah yang jauh,
aku tidak kuat untuk menampungmu,
meski hanya sekali, meski hanya sebentar.
aku tidak kuat untuk menampungmu,
meski hanya sekali, meski hanya sebentar.
Jika ini yang kamu namakan cinta, ijinkan aku pergunakan sekali,
untuk yang terakhir kali.
untuk yang terakhir kali.
Aku ingin membunuhmu, dengan tanganku.
Membunuh kamu, cinta, dan kenangan tentang kamu.
Aku ingin membunuh kamu, sekali untuk yang terakhir.
Dengan cinta yang sama yang pernah hampir membunuhku
karena kenangan waktu yang tercoreng oleh luka.
karena kenangan waktu yang tercoreng oleh luka.
Dengan cinta yang sama, yang mematikan hatiku
dan membuatku bersusah payah membangun tembok tertinggiku,
menjerit tanpa suara di dalam hati,
menahan dan melakukan apapun untuk memblokir tanpa ampun jalan mereka yang datang mencariku.
dan membuatku bersusah payah membangun tembok tertinggiku,
menjerit tanpa suara di dalam hati,
menahan dan melakukan apapun untuk memblokir tanpa ampun jalan mereka yang datang mencariku.
Jika ini cinta yang pernah kamu bisikkan dengan suaramu itu,
ijinkan aku pakai untuk yang terakhir kali,
akan aku bunuh kamu dengan tanganku sendiri sampai tak bersisa.
ijinkan aku pakai untuk yang terakhir kali,
akan aku bunuh kamu dengan tanganku sendiri sampai tak bersisa.

0 comments:
Post a Comment