February 06, 2012

mon bébé

Kaki kecil yang melangkah dengan terhuyung mencari pegangan
Suara tawa bahagia yang melengking diantara kesepian dinding
Mata kecil murni yang melihatmu sambil tersenyum
Tangan mungil yang terus memeluk tubuhmu tanpa niat menggesernya sama sekali
Mulut mungil dengan celotehan tidak jelasnya
Aroma khas tubuhnya yang akan mengisi seluruh penjuru rumah
Rambut ikal maupun lurusnya yang lembut yang membentang di pundakmu ketika dia tertidur disana.
Dan dia dengan riangnya selalu memanggilmu “Mama”.

Sayangku, suatu hari nanti kamu akan tumbuh di dalam tubuhku.
Kamu yang terlihat lemah dan kecil akan terus bertumbuh dan semakin membesar bersamaan dengan tubuhku yang melebar.
Aku tidak akan memprotesnya justru aku akan sangat menyukainya karena tahu ada sebagian dari hidupku disana, bertumbuh dan terus bertumbuh, dan yang suatu hari akan memanggilku “Mama” dan yang menjadi pusat kehidupanku selanjutnya.

Sayangku, mungkin aku tidak akan terlalu sabar menghadapi kamu nanti.
Aku yang tidak berpengalaman dan ketakutan akan menyakiti kamu.
Aku yang tidak tahu harus seperti apa bahkan ketika membasuh tubuh mungilmu.
Tapi aku akan mempelajarinya, dengan baik, untuk kamu. 

Kita akan sama – sama belajar dan mengajari, iya kan sayang?
Kamu akan mengajariku caranya menghadapimu dan aku akan mengajarimu cara menghadapi dunia yang tidak terlalu ramah ini.

Suara tangismu akan membangunkan aku dan seisi rumah tapi suara tawamu adalah surga dunia yang akan selalu dicari dan dirindukan.

Aku mungkin tidak bisa memberimu banyak. Aku mungkin tidak bisa memberimu lebih. Aku mungkin tidak bisa menyediakan semua kebutuhanmu yang terbagus di dunia ini.
Tapi semua perhatian dan kasih sayangku, aku akan menjaminnya sebagai yang terbaik yang ada di dunia ini.
Mungkin aku dan ayahmu nanti tidak bisa memberikan materi yang berlebih. Mungkin pakaian dan mainanmu tidak sebanyak dan sebagus teman – temanmu.
Tapi kami berjanji akan memberikan kasih sayang yang lebih banyak dan lebih baik dari siapapun.

Sayangku, kapanpun kamu akan datang dalam dunia ini, melewati aku, aku akan menerimamu dengan baik, dengan semua kekurangan dan kelebihanmu.

Jangan marah jika aku pada satu waktu akan berbicara dengan nada lebih kencang dari biasanya, jangan marah jika aku tidak bisa terus selama 24 jam ada di sampingmu. Jangan marah jika nanti ayahmu akan tidak sanggup seharian menemanimu bermain.
Bukan kami tidak sayang, tapi terkadang tenaga kami tidak sebesar kamu sayangku.

Sayangku, kamu baik – baiklah di surga sekarang. Nanti jika sudah saatnya kamu datang dan bermain di dunia, kamu akan meninggalkan kenyamanan itu dan teman – teman malaikatmu. Jadi nikmatilah dulu sekarang ya.
Kita akan bertemu nanti, bermain bersama, tertawa bersama, menangis bersama. Sabar ya sayangku…


0 comments: