Dear Phen,
How are you there, honey?
It’s been more than a half of year since the last time we met and sat on that chairs, shared all the things that happened to us since months.
Kamu adalah salah satu teman terbaik saya.
Saya sangat ingat cara kita berkenalan pertama kali.
Hari itu, saya, si anak baru di kelas itu. Kamu yang baik hati memanggil saya dan menyuruh saya duduk di samping kamu.
Saat itu kita ada di kelas 3 ya?
Dan sejak itu, saya dan kamu, selalu bersama. Sampai akhirnya kita berpisah karena kamu harus pindah ke Bandung untuk kuliah dan saya tetap di kota ini.
Kita yang tidak sering menghabiskan waktu bersama.
Kita yang tidak mempunyai banyak memori bersama.
Kita yang jarang bertukar sapa sampai hari ini.
Tapi saya dan kamu, seperti layaknya teman lama, akan selalu kembali saling mencari ketika hidup sedang tidak terlalu baik atapun sedang terlalu baik pada kita.
Bercerita tanpa henti, tertawa karena kebodohan kita, dan saling merangkul ketika terjatuh.
Kamu masih sama seperti yang saya kenal sejak dulu.
Kamu yang semakin cantik setiap harinya.
Kamu yang selalu mendoakan hal yang sama untuk saya, menemukan lelaki baik untuk menemani saya.
Kamu yang tidak pernah berkurang kehangatannya sedikit pun ketika kita bertemu.
Kamu yang selalu mengajarkan saya banyak hal tentang menjadi seorang wanita.
Kamu yang selalu tahu dan mengerti tentang saya, tidak pernah menghakimi ketika saya menangis (lagi) untuk dia, kamu yang tidak pernah bertanya kenapa ketika saya masih terus memikirkan dia dan menolak mereka yang mendekati saya.
Kamu yang hari ini sangat saya rindukan.
Kamu yang sudah menemukan lelaki baik untuk hidupmu, semoga dia benar baik untuk seseorang yang sebaik dan sehangat kamu.
Kamu, saya kangen sangat dengan kamu.
Dan saya ingin cepat bertemu dengan kamu, kemarin waktunya sangat kurang.
Semoga saya bisa cepat menemui kamu lagi ya.

0 comments:
Post a Comment