Diantara kebisingan jalan,
Diantara kesibukan siang dan penatnya sinar matahari,
Diantara kesunyian malam,
Saya dan kamu masih ada di area masing – masing, menunggu untuk bertemu.
Saya dan kamu mungkin ada di satu sudut kota yang sama, atau mungkin tidak.
Saya dan kamu mungkin ada di satu lingkaran pertemanan, atau mungkin tidak.
Saya dan kamu mungkin pernah ada cerita yang bersinggungan di antara kita, atau mungkin tidak.
Saya dan kamu mungkin pernah bertemu, sering bertemu, atau mungkin tidak sama sekali.
Saya yang sedang berjalan sendiri di jalur saya, kamu mungkin sedang menggandeng tangan seseorang yang lain disana.
Saya yang sedang sibuk dengan dunia dan semua kegiatan saya, kamu mungkin tidak pernah berpikir tentang saya.
Saya yang sedang mencari seseorang untuk mengisi hidup saya, kamu mungkin sedang jatuh hati dan percaya seratus persen kalau seseorang di sampingmu sekarang adalah masa depanmu.
Tapi pernahkah kamu berpikir, mungkin dia bukan duniamu kelak, dia tidak akan menjadi tujuan akhirmu, tapi saya?
Saya yang pernah kehilangan dan disakiti, kamu mungkin tidak tahu apa rasanya (atau belum?).
Saya yang tidak percaya dengan bahasa cinta, kamu mungkin seseorang yang percaya seratus persen dengan kata itu.
Saya yang sedang merajut hari saya sendiri dan berpikir apa rasanya jika seumur hidup saya sendiri, akankah ada yang memprotesnya, kamu mungkin sedang asyik merencanakan hidupmu dengan Nona lain dalam pikiranmu.
Saya yang sedang menulis rangkaian kata ini untuk kamu, kamu mungkin sedang menyiapkan kado spesial untuk kekasihmu di hari kasih sayang.
Saya yang sedang tertawa bersama para sahabat saya, kamu mungkin sedang saling berteriak kencang dengan kekasihmu atau menenangkan dia yang menangis tersedu di pundakmu.
Saya dan kamu, tidak tahu akan bertemu dimana dan kapan tapi kita dengan tanpa sadar sedang saling menunggu untuk bertemu.
Saya yang hampir tidak percaya dengan konsep jodoh dan kebetulan, kamu mungkin adalah pecinta sejati dengan kedua kata itu.
Saya dan kamu, entah kita pernah bertemu atau tidak.
Saya juga tidak tahu jika kita bisa sama – sama menerima kalau kita tidak sesuai dengan bayangan kita sekarang.
Saya yang sekarang punya bayangan dan keinginan sendiri tentang lelaki saya, begitu juga kamu dengan wanitamu.
Nanti, suatu hari, ketika kita bertemu di akhir maka kita akan saling tertawa dengan konsep kita yang jauh dari kenyataan.
Saya yang akan sering merepotkan kamu, saya yang harus belajar banyak tentang kamu, saya yang akan suka membuat kamu kesal, saya yang akan membagi tawa dan sedih saya dengan kamu.
Saya yang akan membutuhkan pertolonganmu setiap saat, saya yang akan terus mencarimu dalam susah dan senang saya.
Terdengar sangat merepotkan ya?
Semoga kamu tidak berlari menjauh kalau tahu saya akan merepotkan kamu dari awal sampai akhir.
Dan,
Apa yang kita punya sekarang, mari kita nikmati saja dulu.
Apa yang kita jalani sekarang, mari kita jalani saja dengan sepenuh hati.
Apa yang kita percayai sekarang, mari kita percayai saja dengan tulus.
Kamu dan saya akan bertemu di saat yang seharusnya sudah diijinkan, dan di saat waktu itu datang, masing – masing dari kita tidak akan bisa lari lagi dari ikatan itu.
Kamu dan saya akan bertemu ketika kita sudah siap, dan di saat waktu itu belum datang, kita nikmati saja waktu kita sekarang.
Tertanda,
Saya yang sedang menunggumu,
Jangan lama – lama menjauh dari saya ya…

0 comments:
Post a Comment