February 14, 2012

You are... my nightfall


Saya mencintai kamu dengan setiap kenangan yang terbagi dalam kenangan lain.
Saya mencintai kamu dengan setiap tawa yang terbagi dengan tawa yang lain.
Saya mencintai kamu dengan setiap tetes kerinduan yang tertutupi oleh semua pelukan.
Saya mencintai kamu dengan setiap lembar kebohongan yang beratas-namakan cinta.

Mencintai kamu sama beratnya dengan menyimpan semua kenangan baik dan melepas kenangan buruk.
Mencintai kamu sama entengnya seperti ciuman hangat yang melepas semua penat.
Mencintai kamu sama banyaknya seperti pelukan erat yang tidak pernah cukup.
Mencintai kamu sama indahnya seperti langit senja di ujung hari.

Satu tahun kemarin, saya menuliskan cinta saya dengan dia, setulus dan sehangat kopi instant saya.
Tahun ini, saya menggambarkan cinta saya sebagai senja di ujung hari.
Indah, menarik, hangat, tapi akan selalu berarti kita sudah diujung hari, waktunya untuk merebahkan diri, menarik penat kelelahan sehari, dan beristirahat.

Kamu yang akan selalu kembali, sama seperti senja yang akan selalu berulang.
Senja yang selalu berbeda setiap harinya tapi dengan makna yang sama, waktunya beristirahat dan melepas semuanya.

Saya mencintai kamu dengan kehangatan dan ketulusan kopi hangat saya.
Saya mencintai kamu dengan suasana senja yang selalu berbeda, selalu ada disana, tapi selalu berarti saya harus melepas hari saya, dan kamu.
Saya mencintai kamu seperti senja yang menguning di ujung bukit, perlahan menghilang dan tergantikan malam, tapi akan selalu ada pagi lain yang akan saya sambut.
Saya mencintai kamu seperti senja dengan sinar keemasannya atau mendung karena menahan pedihnya, berhenti di ujung dunianya, melepaskan panas satu harinya dan menunggu pagi yang lain untuk dimulai.

0 comments: